Bikini- Munculnya nama artis seksi Julia Perez (Jupe) sebagai calon Wakil Bupati Pacitan (bukan calon bupati seperti berita sebelumnya) yang bakal diusung delapan parpol koalisi, telah didahului dengan survei.
Koordinator Koalisi Delapan Partai, Sutikno mengatakan hasil survei menyebutkan kalangan pemilih awal seperti siswa SMA dan yang baru lulus SMA atau anak baru gede (ABG) lebih banyak memilih dan mengharapkan Julia Perez maju dalam Pilkada Pacitan. “Apalagi selama ini, bupati yang berasal dari birokrat dan kalangan pengusaha ternyata tidak banyak membawa perubahan bagi Pacitan yang kaya akan dunia wisata alam,” jelas Sutikno yang juga Ketua DPC Partai Hanura Pacitan kepada Surya, Sabtu (27/3).
Seperti diberitakan Surya (Sabtu, 27/3), artis seksi Julia Perez yang bernama asli Yuli Rahmawati, 30, mengklaim telah dilamar 8 partai koalisi untuk maju dalam Pilkada Pacitan, Desember 2010 mendatang. Delapan partai pelamar itu, seperti disebut Jupe, adalah Partai Hanura, PAN, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Patriot, serta tiga partai nonparlemen: Partai Bulan Bintang, Gerindra, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Jupe mengaku, lamaran dari para pimpinan partai itu dia terima Selasa (23/3) lalu. Karena lamaran itu pula, Jupe menyatakan siap bertarung dalam Pilkada di daerah kampung kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. “Karena ini saya anggap sebagai amanah, maka saya tak bisa lain kecuali menerima permintaan mereka itu. Saya harap bisa memberi yang terbaik buat masyarakat Pacitan,” tutur pelantun tembang dangdut Belah Duren ini kepada Surya, Jumat (26/3) malam.
Lebih lanjut Sutikno menjelaskan pencalonan Jupe merupakan terobosan untuk memecah kekuatan Partai Demokrat. Selain itu, selama ini Bupati Pacitan yang berasal dari kalangan birokrat dan pengusaha dinilai tidak banyak memberi perubahan bagi Pacitan. “Jadi, pencalonan Jupe itu serius. Nanti dia kita pasangkan dengan Cabup (calon bupati) yang punya massa loyalis. Sebab, hanya kekuatan Jupe yang diterima kalangan pemilih awal, yang mampu memecah kekuatan Partai Demokrat. Sebab,” terangnya.
Menurutnya, pencalonan Jupe bukan asal-asalan. Sebab, dengan dukungan delapan partai koalisi, artinya Jupe telah mengantongi suara sedikitnya 56.000 pemilih, seperti yang diperoleh delapan partai itu dalam pemilu lalu. Untuk Pilkada Pacitan, parpol atau koalisi parpol bisa mengusung calon apabila memiliki minimal 8 kursi parlemen.
Sutikno menyebut, parpol pengusung Jupe telah mengantongi enam kursi, yakni Hanura 2 kursi, PAN (1), PKPB (1), Partai Patriot (1), dan PDP 1 kursi. Untuk kekurangan dua kursi akan ditutupi kekuatan suara hasil perolehan Gerindra, PKPI, dan PBB. Sekretaris PCNU Pacitan Muhammad Huda mengatakan tidak masalah Jupe dicalonkan, asal dapat diterima masyarakat Pacitan.
“Kami menyerahkan sepenuhnya ke Jupe, itu kan hak pribadinya. Akan tetapi, jika hanya bermodal popularitas tanpa dibarengi kemampuan memimpin organisasi pemerintahan, jelas akan merugikan Pacitan,” katanya. Selain itu, tambahnya, meski Jupe nanti misalnya menggunakan jilbab setelah mencalonkan diri, menurutnya itu bukan ukuran. Sebab, semua orang tahu latar belakang Jupe. “Kalau secara pribadi, saya berharap orang lain saja calonnya. Kalau nggak ada calon lain, asalkan dia mampu memimpin dan memajukan Pacitan, ya diserahkan pada penerimaan warga Pacitan saja,” tandas Huda yang masih berada di Makassar untuk mengikuti Muktamar NU.
Koordinator Koalisi Delapan Partai, Sutikno mengatakan hasil survei menyebutkan kalangan pemilih awal seperti siswa SMA dan yang baru lulus SMA atau anak baru gede (ABG) lebih banyak memilih dan mengharapkan Julia Perez maju dalam Pilkada Pacitan. “Apalagi selama ini, bupati yang berasal dari birokrat dan kalangan pengusaha ternyata tidak banyak membawa perubahan bagi Pacitan yang kaya akan dunia wisata alam,” jelas Sutikno yang juga Ketua DPC Partai Hanura Pacitan kepada Surya, Sabtu (27/3).
Seperti diberitakan Surya (Sabtu, 27/3), artis seksi Julia Perez yang bernama asli Yuli Rahmawati, 30, mengklaim telah dilamar 8 partai koalisi untuk maju dalam Pilkada Pacitan, Desember 2010 mendatang. Delapan partai pelamar itu, seperti disebut Jupe, adalah Partai Hanura, PAN, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Patriot, serta tiga partai nonparlemen: Partai Bulan Bintang, Gerindra, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).
Jupe mengaku, lamaran dari para pimpinan partai itu dia terima Selasa (23/3) lalu. Karena lamaran itu pula, Jupe menyatakan siap bertarung dalam Pilkada di daerah kampung kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. “Karena ini saya anggap sebagai amanah, maka saya tak bisa lain kecuali menerima permintaan mereka itu. Saya harap bisa memberi yang terbaik buat masyarakat Pacitan,” tutur pelantun tembang dangdut Belah Duren ini kepada Surya, Jumat (26/3) malam.
Lebih lanjut Sutikno menjelaskan pencalonan Jupe merupakan terobosan untuk memecah kekuatan Partai Demokrat. Selain itu, selama ini Bupati Pacitan yang berasal dari kalangan birokrat dan pengusaha dinilai tidak banyak memberi perubahan bagi Pacitan. “Jadi, pencalonan Jupe itu serius. Nanti dia kita pasangkan dengan Cabup (calon bupati) yang punya massa loyalis. Sebab, hanya kekuatan Jupe yang diterima kalangan pemilih awal, yang mampu memecah kekuatan Partai Demokrat. Sebab,” terangnya.
Menurutnya, pencalonan Jupe bukan asal-asalan. Sebab, dengan dukungan delapan partai koalisi, artinya Jupe telah mengantongi suara sedikitnya 56.000 pemilih, seperti yang diperoleh delapan partai itu dalam pemilu lalu. Untuk Pilkada Pacitan, parpol atau koalisi parpol bisa mengusung calon apabila memiliki minimal 8 kursi parlemen.
Sutikno menyebut, parpol pengusung Jupe telah mengantongi enam kursi, yakni Hanura 2 kursi, PAN (1), PKPB (1), Partai Patriot (1), dan PDP 1 kursi. Untuk kekurangan dua kursi akan ditutupi kekuatan suara hasil perolehan Gerindra, PKPI, dan PBB. Sekretaris PCNU Pacitan Muhammad Huda mengatakan tidak masalah Jupe dicalonkan, asal dapat diterima masyarakat Pacitan.
“Kami menyerahkan sepenuhnya ke Jupe, itu kan hak pribadinya. Akan tetapi, jika hanya bermodal popularitas tanpa dibarengi kemampuan memimpin organisasi pemerintahan, jelas akan merugikan Pacitan,” katanya. Selain itu, tambahnya, meski Jupe nanti misalnya menggunakan jilbab setelah mencalonkan diri, menurutnya itu bukan ukuran. Sebab, semua orang tahu latar belakang Jupe. “Kalau secara pribadi, saya berharap orang lain saja calonnya. Kalau nggak ada calon lain, asalkan dia mampu memimpin dan memajukan Pacitan, ya diserahkan pada penerimaan warga Pacitan saja,” tandas Huda yang masih berada di Makassar untuk mengikuti Muktamar NU.
No comments:
Post a Comment