Tuesday, August 24, 2010

Uji Coba Lingkar Nagreg

Camille Grammer -Pemprov Jabar akan melakukan uji coba jalur Lingkar Nagreg selama dua hari pada 28-29 Agustus 2010. Uji coba dilakukan untuk mengetahui kondisi jalan. Hanya kendaraan kecil yang diperbolehkan melewati jalan tersebut. Setelah itu, pemprov akan mengevaluasi.

Jika hasil evaluasi jalan tersebut layak digunakan, pada 31 Agustus akan dibuka untuk umum. Dibukanya jalur Lingkar Nagreg pada musim Lebaran kali ini, diperkirakan akan mengurai 50% kemacetan di titik tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Dicky Saromi kepada wartawan di sela-sela sidang paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jln. Diponegoro Bandung, Senin (23/8). Prinsipnya, H-10 seluruh jalur yang akan dilalui pemudik di wilayah Jabar siap digunakan.

"Khusus untuk Lingkar Nagreg, jalan baru yang digunakan yakni dari arah Tasikmalaya dan Garut. Sementara dari arah Bandung menuju Tasik memakai jalur lama. Jadi ada dua jalur. Dengan demikian, saya memprediksi kemacetan di Nagreg bisa berkurang sekitar 50 persen dibanding mudik tahun sebelumnya," katanya.

Menurut Dicky, jalan Lingkar Nagreg yang akan digunakan sepanjang 5,1 km. Sementara untuk rambu-rambu, dishub belum bisa membangun yang permanen, karena jalannya pun belum permanen.

Kendati demikian pihaknya akan menyediakan warning light dan petugas yang akan berjaga, khususnya di daerah rawan. "Makanya kami mengimbau masyarakat yang akan melalui Lingkar Nagreg untuk memperhatikan rambu-rambu yang tersedia, dan bertanyalah kepada petugas yang kami tempatkan," ujarnya.

Alternatif lain untuk mengurangi kemacetan saat arus mudik, pihaknya bekerja sama dengan PT Kereta Api (KA) menyediakan gerbong pengangkut sepeda motor. Pasalnya kenaikan kepemilikan sepeda motor tahun ini meningkat 30%. Jika tidak diantisipasi dengan diangkut kereta api khawatir akan menimbulkan kemacetan parah.

1.000 titik PJU

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Jabar, M. Guntoro mengungkapkan, di sepanjang Lingkar Nagreg hingga saat ini belum dipasang penerangan jalan umum (PJU). Dalam waktu dekat pihaknya akan memasang sekitar 1.000 PJU di sekitar Lingkar Nagreg.

"Asumsinya, pemasangan lampu PJU itu setiap 100 meter. Kawasan Lingkar Nagreg panjangnya 5,1 km. Maka lampu yang dibutuhkan sekitar 500 titik untuk satu lajur. Karena kita akan memasang di dua lajur, jadi jumlahnya sekitar 1.000 lampu," ungkap Guntoro.

Mengenai uji coba jalan Lingkar Nagerg, ia mengungkapkan akan melakukannya pada 28-29 Agustus. Untuk sementara kendaraan berat dan panjang seperti truk dan kontainer tidak diperbolehkan melewatinya.

"Uji coba itu kami lakukan untuk persiapan mudik. Setelah diuji coba kami akan melakukan evaluasi dan melihat kondisi jalan. Apakah setelah uji coba itu ambles atau tidak. Kalau tetap stabil, pada 31 Agustus-nya kami akan membukanya untuk umum," kata Guntoro.

Ledakan penumpang

Pada musim Lebaran tahun ini, sedikitnya 120.000 penumpang diperkirakan memasuki Terminal Cicaheum Kota Bandung dalam arus mudik. Estimasi ini berdasarkan perhitungan kemungkinan kenaikan penumpang sebesar 20% dari tahun 2009, yang jumlahnya hampir mencapai 100.000 penumpang.

"Perkiraan kita jumlah penumpang yang menggunakan bus akan mengalami kenaikan, seiring dengan imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua saat mudik Lebaran," kata Kepala Terminal Cicaheum, Sondang Siregar, kepada "GM" di kantornya, Terminal Cicaheum Bandung, kemarin.

Ia menyatakan, Terminal Cicaheum siap menampung yang akan mudik ke kampung halamannya. Pihaknya siap mengantisipasi perkiraan penumpang itu karena memang diimbangi jumlah bus yang ada. Kalaupun ada penumpang yang tidak mendapatkan bus, pihaknya sudah menyiapkan 20 unit bus cadangan. Bus itu merupakan bantuan dari Perum DAMRI Bandung.

Sondang mengatakan, tahun 2009 penumpang yang berangkat 99.969 orang ke berbagai jurusan di Pulau Jawa. Mereka diangkut 5.840 bus antarkota dalam provinsi dan antarkota antarprovinsi. Bus ini menjalani perjalanan sebanyak 6.030 rit (pulang pergi).

Data tahun 2009 itu, katanya, mengalami kenaikan 18 % dari tahun sebelumnya. Sehingga, katanya, pada tahun 2010 ini diperkirakan akan mengalami kenaikan pula. "Tahun 2008 ke tahun 2009 kenaikannya 6%. Kecil karena banyak yang menggunakan sepeda motor," katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2008 diberangkatkan sebanyak 94.509 penumpang, yang dilayani 6.377 bus. Bus ini menjalani perjalanan pulang pergi sebanyak 6.565 rit. "Tahun ini diperkirakan sekitar 120 ribu penumpang. Mungkin banyak masyarakat yang menggunakan lagi bus karena ada imbauan pemerintah itu," kata Sondang.

Tentang kesiapan terminal, katanya, ia menggarisbawahi fanatiknya penumpang terhadap bus tertentu, seperti untuk jurusan Tasikmlaya dan Pangandaran. Mereka hanya mau dilayani PO Budiman dan cenderung tidak mau yang lain. "Para penumpang akibatnya seperti menumpuk diterminal. Kemudian dikatakan di media ada penumpukan penumpang di Cicaheum. Padahal mereka fanatik dan hanya mau dilayani oleh bus Budiman," katanya.

Ia menyatakan, pihaknya pernah membawa bus cadangan untuk jurusan Tasikmlaya, Ciamis, sampai Pangandaran. Namun, para penumpang itu tidak mau dan memilih bus Budiman. "Kalau ada penumpukan itu karena mereka memilih layanan bus saja. Bus lain, sekalipun lebih bagus, mereka tidak mau," katanya.

Tiket kereta

Sementara itu, tingkat pemesanan tiket kereta api pada masa angkutan Lebaran sekarang ini cukup tinggi. Jumlah pemesanan tiket sudah mencapai 23.597 tiket. Namun jumlah tersebut akan terus berkembang seiring permintaan penumpang.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Bambang Setyo Prayitno mengatakan, tingkat pemesanan akan terus bertambah karena masih banyaknya tingkat okupasi harian yang berada di bawah 50%. "Hingga hari ini (kemarin) jumlah tiket yang terjual pada masa Lebaran sudah mencapai 23.597 tiket. Tapi ini akan terus bertambah mengingat masih banyak tempat duduk yang belum dipesan," katanya.

Dikatakan, masa angkutan Lebaran sendiri berlaku selama 16 hari, yaitu dimulai 3 Agustus sampai 18 September 2010. Masa puncak untuk arus mudik sendiri diperkirakan akan terjadi pada H-2 Lebaran atau pada 8 September. "Hingga saat ini tingkat pemesanan untuk H-7 sampai H-4 baru mencapai 70 persen. Sementara tingkat pemesanan untuk H-3 hingga H-1 Lebaran sudah mencapai 95 persen," katanya.

Tingkat okupasi tersebut, lanjut Bambang, sudah termasuk okupasi kereta api tambahan. Sehingga dalam hal ini PTKA Daop 2 Bandung belum merencanakan kembali untuk menambah kereta. Namun untuk kelas ekonomi, PT KA Daop 2 Bandung berencana mengoperasikan tiga rangkaian keerta. Dua rangkaian KA Pasundan jurusan Kiaracondong-Gubeng Surabaya dan satu rangkaian KA Kutojaya Selatan jurusan Kiaracondong-Kutoarjo. KA tambahan ekonomi ini akan dioperasikan saat puncak arus mudik pada moda transportasi kelas ekonomi ini terjadi.

Selama angkutan Lebaran 2010 PT KA Daop 2 Bandung juga menyiagakan sekitar 719 petugas keamanan yang terdiri atas 648 petugas dari unsur polisi, TNI, dan POM serta 71 petugas polsuska. "Seluruh petugas ini akan membantu pengamanan arus mudik 2010 dan ditemnpatkan di 15 stasiun KA di sepanjang wilayah kerja PT KA Daop 2 Bandung," katanya.